Sebuah klip pendek dari adegan pertarungan antara Choso dan Kenjaku di Jujutsu Kaisen Season 3 tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar anime, khususnya di Indonesia. Video berdurasi 47 detik tersebut diunggah akun Twitter/X @txtdarianimeee pada 9 Januari 2026 dan dengan cepat menarik perhatian berkat kualitas animasinya.
Klip itu menampilkan animasi yang dinamis dari studio MAPPA, dengan koreografi pertarungan yang fluid, sudut kamera variatif, serta pencahayaan bernuansa kuning yang memperkuat atmosfer ketegangan. Dalam waktu singkat, video tersebut mencatat lebih dari 3.000 tanda suka, 434 retweet, dan sekitar 87.000 tayangan, menandakan tingginya antusiasme komunitas anime Indonesia.
Adegan Choso melawan Kenjaku ini diadaptasi dari manga Jujutsu Kaisen chapter 205–208. Banyak penggemar menilai MAPPA tidak sekadar mengadaptasi panel manga, tetapi juga meningkatkan kualitas visual melalui penggunaan frame rate tinggi dan koreografi yang terasa sinematik. Sejumlah komentar menyebut adegan tersebut sebagai salah satu pertarungan terbaik dalam sejarah adaptasi anime Jujutsu Kaisen.
Respons positif ini juga dipandang sebagai “penebusan” atas kritik yang sempat diarahkan ke Jujutsu Kaisen Season 2, yang dinilai mengalami penurunan kualitas di beberapa episode akibat jadwal produksi yang sangat padat. Unggahan @txtdarianimeee yang menyebut animasi tersebut “sangat keren” memicu ratusan balasan yang mayoritas bernada pujian.
Namun, viralnya klip Jujutsu Kaisen Season 3 juga memicu perbandingan tajam dengan One Punch Man Season 3, yang dirilis pada akhir 2025 oleh studio J.C. Staff. Di media sosial, banyak penggemar membandingkan kualitas animasi kedua seri tersebut, dengan JJK Season 3 dinilai jauh lebih unggul.
Beberapa warganet menyindir animasi One Punch Man Season 3 yang dianggap terlalu banyak menggunakan still frame, gerakan karakter yang kaku, serta penyuntingan adegan yang kurang rapi. Kritik ini mencerminkan kekecewaan penggemar setelah jeda panjang hampir enam tahun sejak musim sebelumnya, yang membuat ekspektasi terhadap OPM Season 3 sangat tinggi.
Laporan industri menyebutkan bahwa penurunan kualitas animasi One Punch Man Season 3 dipengaruhi oleh jadwal produksi yang ketat serta beban kerja berat di studio J.C. Staff, yang menangani beberapa proyek besar secara bersamaan sepanjang 2025. Sutradara Shinpei Nagai bahkan sempat meminta penggemar untuk menghentikan pelecehan daring terhadap staf animasi, seraya menyoroti kondisi kerja yang masih menjadi persoalan di industri anime Jepang.
Di sisi lain, MAPPA juga tidak sepenuhnya lepas dari kritik serupa terkait beban kerja animator. Meski demikian, studio tersebut dinilai masih mampu menjaga standar kualitas visual, terutama dalam adegan aksi berskala besar seperti di Jujutsu Kaisen Season 3.
Fenomena viral ini menunjukkan bagaimana pilihan studio, manajemen produksi, dan alokasi anggaran sangat memengaruhi persepsi penonton terhadap sebuah serial anime. Di Indonesia, diskusi dan perbandingan antara Jujutsu Kaisen dan One Punch Man ramai berlangsung di media sosial, kerap digambarkan sebagai perbedaan “dua kutub” kualitas animasi.
Secara keseluruhan, viralnya klip pertarungan Choso dan Kenjaku tidak hanya meningkatkan antusiasme terhadap Jujutsu Kaisen Season 3, tetapi juga membuka kembali diskusi lebih luas mengenai standar animasi dan kondisi kerja di industri anime. Untuk saat ini, MAPPA dinilai unggul dalam menjaga kualitas visual, sementara masa depan One Punch Man masih menjadi tanda tanya bagi para penggemarnya.