Dunia Jujutsu Kaisen kembali diguncang oleh pengungkapan besar yang membuat penggemar heboh di media sosial. Kali ini, sorotan tertuju pada rahasia kelam orang tua Yuji Itadori, sang protagonis utama, yang kembali viral dan memicu gelombang diskusi panas di platform X (sebelumnya Twitter).
Semua bermula dari sebuah unggahan akun @AnimexTwts pada 9 Januari 2026 yang menampilkan panel ikonik dari manga chapter 143. Panel tersebut memperlihatkan Jin Itadori, ayah Yuji, bersama Kaori Itadori, sang ibu—dengan detail mencolok berupa jahitan di dahinya. Detail inilah yang langsung memancing perhatian, karena menegaskan fakta mengerikan: Kaori Itadori telah dirasuki oleh Kenjaku.
Unggahan tersebut meledak secara instan, meraih lebih dari 72 ribu likes dan 8,7 juta views hanya dalam waktu dua hari. Reaksi penggemar pun beragam, mulai dari terkejut, ngeri, hingga melontarkan humor gelap khas fandom Jujutsu Kaisen.
Awal Mula Twist yang Mengguncang
Pengungkapan ini sejatinya sudah terjadi dalam manga karya Gege Akutami sejak tahun 2021. Dalam chapter 143, pembaca diperlihatkan kilas balik keluarga Itadori. Wasuke Itadori, kakek Yuji, dengan tegas memperingatkan Jin bahwa Kaori telah meninggal dan sosok yang kini bersamanya bukan manusia biasa.
Namun, Jin tetap melanjutkan hidup bersama Kaori—yang ternyata telah dirasuki Kenjaku, penyihir kuno dengan kemampuan berpindah tubuh. Dari sinilah lahir Yuji Itadori, yang kemudian diketahui diciptakan sebagai wadah sempurna bagi Ryomen Sukuna, Raja Kutukan.
Ciri khas jahitan di dahi Kaori menjadi penanda kuat keberadaan Kenjaku, sekaligus menjelaskan banyak misteri: kekuatan fisik Yuji yang tak wajar, keterkaitannya dengan eksperimen kutukan, hingga hubungannya dengan karakter seperti Choso. Dalam chapter 203, Kenjaku bahkan secara terang-terangan mengakui bahwa Yuji adalah bagian dari rencana besarnya.
Reaksi Penggemar: Syok, Humor, dan Trauma
Di X, penggemar merespons dengan campuran emosi. Banyak yang menyebut pengungkapan ini sebagai salah satu plot twist tergelap dalam sejarah Jujutsu Kaisen. Beberapa netizen menyoroti keputusan Jin Itadori yang tetap melanjutkan hubungan meski sadar ada sesuatu yang salah, sementara lainnya menertawakan absurditas situasi tersebut melalui meme dan candaan sarkastik.
Tak sedikit pula yang merasa pengungkapan ini memberi bobot emosional baru pada karakter Yuji, terutama melihat bagaimana rasa rendah dirinya kini memiliki akar yang jauh lebih tragis. Bagi sebagian penggemar, fakta bahwa Yuji “dilahirkan sebagai alat” menjadi salah satu aspek paling menyakitkan dari keseluruhan cerita.
Penggemar Indonesia pun ikut meramaikan diskusi. Ada yang memuji desain karakter ayah Yuji, ada pula yang merasa versi manga jauh lebih mencekam dibanding adaptasi animenya.
Dampak ke Season 3 dan Budaya Pop
Kembalinya diskusi soal asal-usul Yuji ini datang di waktu yang tepat, seiring meningkatnya antusiasme menuju Jujutsu Kaisen Season 3, yang diperkirakan akan mengadaptasi Culling Game Arc. Spekulasi pun bermunculan: apakah Yuji akan menghadapi Kenjaku secara langsung sebagai “orang tuanya”?
Di forum seperti Reddit, teori lama kembali diangkat, lengkap dengan humor absurd khas fandom. Fenomena ini menegaskan posisi Jujutsu Kaisen bukan sekadar anime populer, melainkan karya yang mampu memicu diskusi mendalam, emosional, sekaligus ironis di era media sosial.
Bagi yang belum membaca manganya, pengungkapan ini tentu menjadi peringatan spoiler besar. Namun bagi penggemar lama, twist ini kembali membuktikan satu hal: di dunia Jujutsu Kaisen, keluarga bisa menjadi kutukan paling mengerikan.